SURAKARTA, Produk riset kampus tak boleh lagi sekadar berakhir sebagai pajangan di laci perpustakaan. Semangat pendobrak inilah yang digaungkan dalam workshop nasional bertajuk "Research to Revenue: Strategies for Market-Ready Innovation" yang digelar oleh Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan, 13-14 Juli 2026.
Acara yang dibuka langsung oleh Direktur DRPPS UMS, Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., dan mendapat arahan dari Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., ini langsung tancap gas sejak hari pertama pelaksanaannya, Senin (13/7).
Suasana antusias mewarnai ruang acara yang dipenuhi oleh perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Tak hanya itu, para Pimpinan Pusat Studi UMS hingga deretan dosen pendobrak yang telah memiliki produk inovasi unggulan turut hadir membedah strategi komersialisasi.
Tak tanggung-tanggung, untuk mematangkan visi tersebut, DRPPS UMS mendatangkan pakar hilirisasi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D. Dipandu oleh dua moderator andal, Rois Fatoni, M.Sc., Ph.D., dan Sri Sunarjono, M.T., Ph.D., Prof. Sang Kompiang membedah tuntas dapur rahasia IP Management, Technology Transfer Office, hingga cara merajut ekosistem inovasi yang ramah pasar.
Adu Strategi dan Berbagi Praktik Terbaik
Jika hari pertama fokus pada fondasi sistem, hari kedua workshop, Selasa (14/7), tensi diskusi bergeser ke ranah taktis di lapangan. Dihadiri oleh Direktur DRPPS UMS, jajaran BPUI UMS, pimpinan DRKUI, serta delegasi PTMA, sesi ini dikemas dalam bentuk Sharing Session interaktif.
Para peserta disuguhi best practice langsung dari dua kampus jejaring Muhammadiyah yang telah malang melintang di dunia hilirisasi. Sesi pertama diisi oleh Direktur Inovasi & Hilirisasi UMY yang membagikan resep jitu menyulap Laboratorium Terpadu menjadi "mesin penggerak ekonomi" kampus atau Revenue Generating Unit. Sementara itu, pada sesi kedua, Direktur Inovasi & Hilirisasi UAD membongkar strategi konkret dalam mengelola dan mengomersialkan produk riset agar benar-benar terserap oleh industri.
Puncak acara workshop ini tak dibiarkan menguap begitu saja. Wakil Rektor (WR) V UMS mengambil alih kemudi pada sesi wrapping, merajut seluruh benang merah diskusi dua hari menjadi sebuah rumusan tindak lanjut dan strategi bersama.
Langkah taktis ini semakin mengukuhkan komitmen UMS dan jejaring PTMA untuk terus bergerak dari kampus menara gading menjadi motor penggerak inovasi yang berdampak langsung bagi kemajuan ekonomi dan masyarakat.
Dokumentasi :


Kategori / Topik
Kontribusi TPB