Klik gambar utama untuk memperbesar. Double klik thumbnail untuk membuka viewer.

Material Maju Tambang (Nikel, Tembaga, Bauksit) TKT 6 · Prototipe

Aspal Nano Karbon Self-Healing

Ketua Inovator
Sri Sunarjono
Fakultas / Unit
FT
Prodi
Teknik Sipil

Deskripsi Inovasi

Model campuran aspal inovatif dengan kemampuan self-healing menggunakan pasir besi dan nano clay untuk memperbaiki retakan otomatis, memperpanjang usia jalan, dan menghemat biaya perawatan

Keunggulan

- Self-Healing: Mampu memperbaiki retak mikroskopis secara mandiri saat diaktivasi dengan panas/induksi (hingga 76% penyembuhan pada siklus awal). - Pemanfaatan Material Lokal: Menggunakan pasir besi sebagai substitusi agregat halus, memberikan nilai tambah pada sumber daya lokal. - Efisiensi Biaya: Mengurangi frekuensi kerusakan dan biaya pemeliharaan infrastruktur jalan dalam jangka panjang.

Dampak & Manfaat

- Infrastruktur Berkelanjutan: Memperpanjang umur layan jalan (Asta Cita 3). - Ekonomi Hijau: Mengurangi biaya pemeliharaan jalan secara signifikan (Asta Cita 2). - Komersialisasi: Memiliki prospek bisnis yang tinggi bagi industri perkerasan jalan nasional

Mitra & Implementasi

CV. Putra Mulia Analitika

Potensi Pengembangan

Potensi pengembangan aspal self-healing ini sangat menjanjikan. Ke depannya, formulasi yang ada perlu dioptimasi untuk diterapkan pada skala semi-lapangan dan skala industri penuh bekerja sama dengan mitra seperti CV Mitra Mulia Analitika. Selain itu, metode aktivasi self-healing di lapangan nyata (misalnya menggunakan kendaraan induksi magnetik portabel) perlu dikembangkan dan distandarisasi. Produk ini juga berpotensi diajukan perlindungan patennya dan dapat diadopsi sebagai standar material jalan cerdas (smart materials) oleh Kementerian PUPR untuk proyek infrastruktur strategis nasional.

HKI / Legalitas

Jenis HKI
Paten